Tahukah
kamu apa itu Afrika? Jika kamu tahu Afrika maka kamu tidak akan asing dengan negara-negara
yang termasuk didalamnya bukan?
Pernahkah
kamu mendengar sebuah negara yang bernama Sudan? Seberapa tahukah kamu tentang
Sudan? Pernahkah berkunjung ke Sudan? Tempat apa saja yang pernah kamu kunjungi
selama di Sudan?
Ya,
Sudan merupakan salah satu negara bagian dari benua Afrika tepatnya di Afrika Utara.
Negara yang tepat sekali berada di bawah negara Mesir jika dilihat dari peta
atau bola dunia. Siapa sih yang tidak mengenal negara Mesir? Negara yang cukup
terkenal dengan ikon pyramid dan spink juga karena adanya sungai terpanjang di
dunia yaitu sungai Nil. Namun pada kesempatan kali ini aku akan membahas
tentang sebuah surga dunia yang tersembunyi di Negeri Dua Nil ini, julukan
untuk negeri Sudan karena disana terdapat pertemuan dua sungai nil yaitu sungai
nil putih dan nil biru yang sangat cantik dan memberi kesan romantis bagi pengunjung
yang melihatnya dengan mata estetika. Dua warna sungai yang akan sangat
terlihat jelas perbedaan warnanya jika dilihat pada pagi atau siang hari itu
melebur menjadi satu karena kuasa sang Ilahi Rabbi.
Lima bulan sudah aku tercatat sebagai pelajar di negeri Sudan yang terletak sangat
jauh dari negeri tercinta Indonesia. Sudah menjadi sebuah kewajaran jika
seorang perantau merasa rindu akan kampung halamannya. Namun, karena satu dan
lain hal aku memutuskan untuk tidak pulang ke tanah air dan menjelajahi negeri
dua nil ini ketika libur bersama teman-temanku.
Siapa
yang menyangka, negara Sudan yang lebih dikenal sebagai negara dengan cuaca ekstrem yang sangat panas ini ternyata memiliki surga dunia yang tak kalah
menarik untuk dikunjungi dan akan terasa rugi jika dilewatkan begitu saja saat
berkunjung ke Sudan. Ya, sebut saja ia Sabaloka. Sebuah tempat wisata alam yang
terletak dikota Omdurman Sudan ini memberikan kesan tersendiri bagi warga
Negara Indonesia yang berkunjung kesana.
Bagaimana
tidak?
Diperjalanan
menuju Sabaloka, pengunjung akan menjumpai tanah lapang dari pasir dan bebatuan
yang terasa panas namun rugi jika tidak didokumentasikan begitupun dengan beberapa
hewan khas afrika yang ditemui disepanjang perjalanan seperti kambing, unta dan
keledai. Begitu sampai dilokasi, pengunjung akan disajikan dengan panorama alam
berupa gunung-gunung tinggi yang tertata rapi. Gunung bebatuan yang dibawahnya
mengalir sungai nil inipun dipercantik dengan pohon dan rerumputan hijau yang
jarang sekali ditemui di negeri ini. Penduduk sekitar yang ramah pun akan
melayani pengunjung yang datang dengan menyediakan tempat-tempat peristirahatan
dan kamar mandi yang cukup. Pengunjung pun akan lebih merasa terkagum-kagum
dengan tempat ini ketika berjelajah mengelilingi gunung-gunung yang tinggi
tersebut dengan menumpangi sebuah perahu. Perjalanan dengan perahu kecil
bermesin itupun akan dipandu oleh seorang
paman atau “ammu” dalam bahasa Arab, ia memegang kemudi perahu itu dengan
hati-hati dan sesekali akan mengajak pengunjung bercengkrama ria diatas perahu
dengan menggunakan bahasa arab tentunya. Sang paman pun akan menghentikan perahunya
disebuah gunung yang sayang sekali jika dilewatkan untuk didaki. Semakin tinggi
mendaki maka akan semakin indah hamparan gunung-gunung lain yang berada tepat
di hadapannya, alam yang serba hijau pun akan terlihat semakin mempesona. Rasa
lelah pun akan terobati dengan pemandangan alam berupa surga kecil yang
mengharu biru di langit Afrika ini. Karunia Tuhan yang patut disyukuri karena
terasa begitu mengobati rindu yang membuncah-buncah dalam dada. Berikut akan
aku tunjukkan indahnya alam Sabaloka, sang pengobat rindu alam pertiwi.
Jika
kamu hendak berkunjung ke Sudan, pastikan bahwa Sabaloka ini masuk ke dalam
list tempat-tempat yang harus kamu kunjungi yaaa.. Di jamin kalian tidak akan
kecewa setelah sampai sini. Pastikan membawa perbekalan yang cukup, selamat
berkunjung!

Komentar
Posting Komentar